#CelotehTukangJalan: Dear My Travelmate…

Parangkusumo kliwon SUM10

Parangkusumo, Jogjakarta, 8 Agustus 2015. (Photo by abang ojek)

“Ta, Ta, Ta… potoin dong”

“Ta, gw mau foto di sini”

“Ta… mau difoto kaya gini”

“Nitaaaaaa… gw mau juga dong”

“Yah gw merem, Nit. Ulang ulang”

Nama gw semacam mantra buat teman-teman saat Travelling kemanapun dan kapanpun. Dari dinginnya gunung, panasnya padang pasir, sampe di dalem air. Sebut nama gw tiga kali, minimal 3 jepretan kece bisa buat dipejeng di akun sosmed. Jadi kebayang, bagaimana kalau gw jalan tanpa si Made, sapaan akrab kamera yang udah nemenin gw haral-melintang di Indonesia dan Asean. Teman-teman jalan gw mungkin bakal garing. Tanpa Made, gw sendiri pun pasti hampa, nelangsa, sengsara, lara, dan nestapa.

Made jadi teman travelling paling fardu’ain. Secinta-cintanya gw sama laut, alat snorkel masih rela gw tinggal. Iyalah…. Wong gw kan mau ke gunung, ya kali pake kaki katak. Tapi kalau kamera itu harus banget bergantung di pundak  kiri gw. Jelas bukan mau gaya-gayaan biar dibilang mbak fotografer kece. Percayalah… Made sudah terlalu berat untuk dibuat gaya. Jadi plizzz jangan jadikan gw sandaran. Karena pada hakekatnya yang suka nyender itu kalau ga sapu, ya sikat WC. #eh  hahahaha

Ya namanya orang yang ciptaan Tuhan aja ada batesnya, apalagi kamera yang ciptaan orang. Made  biar strong-nya minta ampun, ga bisa dibawa masuk ke air. Sekalipun “baju astronot” Made sudah ada, harganya ga masuk akal (baca: kantong). Lensa ala termosnya bu Joko aja belum kebeli-beli. Tapi gw harus banget nambah teman travelling baru. #AlasanJajanKamera hore-hore. Tapi ini bukan semacam tindak-tanduk perselingkuhan apalagi perpoliandrian. Made membutuhkan teman subsitusi untuk gw ngubang di air. Sayangnya gw ke Made jangan ditanya, tapi sayang kan harus realistis yah #BukanBegituBukan. Kefoto enggak, mati iyah.

Kamera underwater masih atopiloh harganya. Jadi, gw melirik sebongkah camera action. Udah kecil, ringkes, enteng, bisa selfie, dan langsung upload. Actioncame semacam solusi cerdas solotraveler dan rameantraveller. Gw beri nama Gota, akronim dari Gopro Nita. Sejauh gw travelling, Made dan Gota cukup akur membekukan segala momen travelling gw dan ekspresi paling absurb temen-temen jalan gw. Ayo ngaku yang pernah selfie continue sampe lebih dari 13 jepretan di Gota? Don’t worry, muka-muka absrub lu pada enggak akan gw hapus hahaha #DevilWearsGopro

Kadang orang tahunya cuma hasil fotonya atau minta difoto. Belum tahu bagaimana foto itu dihasilkan. Prosesnya berawal dari sini: kamera segede gaban, printilan kamera yg imut-imut sampe amit-amit, tripod kiloan. Semuanya terangkum dalam tas 2-3 gembolan. Yang ditampilkan foto di atas belum semua. Lensa termosnya bu joko bu joko (tok-tok) belum masuk. Dan masih banyak lagi. Semua ini demi memuaskan diri di edisi khusus wisata majalah Tempo tahun ini yang bertajuk: danau-danau ter-… di indonesia. Jadi, mari sisingkan lengan rashguard dan let's go to Derawan! #DanaupalingIndonesia #derawan #specialedition #tempo #travellingindonesia #wonderfulindonesia #travelblog #instagood #travelingram #gopro @bikiniline_id #domegopro #canon #FujifilmXQ2 #sirui #womanoutdoor @moerat #pesonaindonesia #snorkeling #beach #ocean #island salam #sumurdiladang

A post shared by nita kelana (@sumurdiladang) on

TAPI, TAHUKAH KAMU?

Wajah-wajah cantik nan kece kalian dan pemandangan alam aduhai tidak ujuk-ujuk ada. Jauh sebelum itu, ada beronggok-onggok peralatan yang harus gw siapin. Dari tripod berkilo-kilo, dome selebar jidad Klingon, batere, flash, kabel roll, casing underwater, hingga mounting sekecil upil dinosaurus. Dan semuanya itu harus masuk ke dalam tas yang sudah sesek dengan baju, snorkel, fin, masker, cemilan, dan hati gw. Kebayang beratnya kan? Belom lagi kalau medan perjalanannya yang  bikin betis rada kering. Tapi ya gw ikhlas aja ngegembol itu semua demi foto-foto yang akhirnya bikin senyum sendiri.

Yang bikin gw agak gimana-gimana, kalau tiba-tiba ada yang nitip barangnya ke tas gw. Atau dengan sarkas nagih oleh-oleh ke gw yang baru balik. Coba mari kita membayangkan sejenak. Punggung bopong keril atau backpack. Tangan kiri selempang gembolan kamera. Kanan  biasanya pegang HP. Tega kali gw masih harus nenteng oleh-oleh #DemiApah

“Backpacker pantang bawa oleh-oleh!” Nita beralasan kemudian.

Tapi masih aja ada loh malaikat-malaikat tak bersayap tapi beransel ini  yang menawarkan bawain barang gw. Minimal tripod aja. hahaha.. Makasih ya teman-teman yang baik hati dan tidak sombong  walau kadang suka bohong. Kebaikanmu mencerahkan lensaku. Terlepas dari segala gembolan itu, pada dasarnya gw memang senang  memotret apapun objek. Walau kadang kalian ceriwis panggil-panggil nama aku, tapi kalau kalian ga manggil, aku yang manggil karena butuh objek deritanya. Hahahaha…

Di antara kawan-kawan #CelotehTukangJalan mungkin baru Efi yang perah travelling bareng gw dan heran kenapa gw demen mengakomodir kebutuhan narsis teman-teman jalan gw. Menurut dia, itu agak aneh karena dia terbiasa dengan patnernya yang palig emoh diminta tolong fotoin. Bagi gw, itu kesenangan: gw seneng foto orang dan orang seneng sama hasil fotonya. Hehe… Maka dari itu, kamera bukan sekedar perlengkapan travelling yang kudu dibawa, melainkan semacam travelmate.

Efi sendiri punya cerita tentang dia dan benda traveling wajibnya. Beda lagi bagi Bubu Dita dan Ria Mbakjaw yang sudah punya jagoan-jagoan kecil. Kayanya mereka bukan cuma satu benda yang penting di bawa pas travelling, tapi segudang. Ini dia link ceritanya:

  • Efi yang bongkar muat isi tasnya
  • Dita yang punya tips packing kece untuk travelling sama balitanya
  • Ria MbakJaw yang tips untuk traveller pelupa alias ada aja yang ketinggalan

Selamat sore Jakarta. Mari berkelana lagi dan hitung mundur…

Advertisements

7 thoughts on “#CelotehTukangJalan: Dear My Travelmate…

      1. hahahaah… kalo bawain tripod dah terlalu berat. coba bawain laki yang mau bawain gw tripod ta. tripodnya bukan cuma buat nyanggah flash tp hati gw yang rapuh kaya remah-remah kerupuk wkwkwkw

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s