Bocah Koin Baubau

This slideshow requires JavaScript.

*Perjalanan pada 10 September 2014

Kapal Pelni Kelimutu belum  bersandar di Pelabuhan Murhum, Baubau, siang itu. Namun, sebagian besar penumpang sudah bersiap di tepi kapal. Mereka memilih menghabiskan sisa waktu perjalannya dengan menikmati landscape pelabuhan yang  ditempuh selama enam jam dari Pelabuhan Wanci di Wakatobi tersebut. Pemandangan Murhum semakin menyita mata penumpang saat sekelompok bocah mendayung koli-koli mendekat. Petugas memberikan peringatan agar koli-koli menjauh demi keselamatan.

Gerombolan bocah tersebut tetap melaju di antara hempasan gelombang dari Kapal Pelni. Mereka memberikan isyarat kepada penumpang untuk melempar koin. Sayangnya, Kapal Pelni Kelimutu sudah bersandar sempurna. Hari yang apes untuk para bocah koin Baubau. Senyum Madan (20) kembali berkembang saat melihat selembar Rp 50 ribu dibentangkan seorang penumpang.

“Untuk tiga kali lompatan, ya,” penumpang itu menantang.

Madan mengangguk cepat. Tak lama pasukan kecilnya sudah berkumpul. Aldi (15), Safar (12), dan Riswan (8) memanjat tambang. Dari atas kapal Pelni, mereka melompat bergantian dan sesekali bersamaan. Walau mengaku sering melakukan atraksi ini, wajah  ragu kadang terlihat di paras mereka. Tapi semua ragu itu sirna ketika kepala mereka menyembul di antara riak ombak pelabuhan Murhum Baubau, Sulawesi Tenggara.

 

*) foto esai ini telah diterbitkan di Koran Tempo, 28 September 2014 [ klik  Publikasi untuk versi cetak]

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s