FULLMOON DI FULL MOON BUNGALOW

Nita Dian Afianti
nitadianafianti@gmail.com
instagram @sumurdiladang

 

*Perjalanan pada Mei 2016

Malam sudah terlalu malam saat saya dan adik saya belum memutuskan penginapan mana yang akan dipilih untuk melepas lelah hari pertama di Nusa Penida, Bali.  Pemilik rumah makan Bian—tempat  kami makan malam—menyarankan untuk menginap di Krisna. Menurutnya, penginapan Krisna cocok untuk lowbudget traveler. Setelah makanan turun dengan baik di lambung, saya pun segera meluncur ke Krisna yang berjarak sekitar 10 menit dari Bian.

Malam di Nusa Penida lebih gelap karena minimnya penerangan jalan. Untungnya, bulan sedang bulat-bulatnya menggantung di atas kepala saya. Cahayanya yang temaram lumayan menerangi jalanan malam itu. Apesnya, hotel Krisna tidak juga tampak padahal sepeda motor saya sudah hampir melewati pelabuhan Nyuh.

“Yah…,” harapan segera merebahkan badan pun pupus.

Sebenarnya, ada banyak homestay, resort, atau hotel di Nusa Penida dengan harga dan fasilitas yang bervariasi. Seorang  teman pernah memberikan informasi bahwa di sekitar Toyapakeh ada  banyak penginapaan lowbudget. Namun menjadi sulit ditemukan karena gelap malam. Jadi saya menyarakan untuk mencari penginapan saat masih ada matahari.

Adik saya pun mengarahkan sepeda motornya ke jalan Ped. Beberapa pemuda yang asik nongkrong pun menjadi sasaran untuk bertanya mengenai penginapan terdekat. Dua di antaranya mengantarkan sampai pertigaan agar kami tidak salah belok untuk sampai ke jalan Ped. Jalan Ped terasa panjang karena gelapnya malam. Hingga mata saya menangkap bias lampu hias kebiruan di sisi kanan jalan.  Saat dekat,  tulisan FULL MOON BUNGALOW melingkar di atas kayu bulat.

Nita Dian Afiantinitadianafianti@gmail.com
instagram @sumurdiladang
Full Moon Bungalow di jalan Ped

“Aha!” harapan dan pengharapan muncul bersamaan.

Full Moon Bungalow salah satu penginapan yang menjadi incaran saya. Sayangnya saat berusaha melakukan booking di booking.com, kamar Full Moon sudah full booked. Rada bertaruh juga untuk  berhenti dan menanyakan kesediaan kamar kosong malam itu. Resepsionis menyampaikan kabar terbaik dan paling ditunggu oleh saya dan adik: tersedia satu bungalow single room untuk tidur nyaman malam ini. Temaram fullmoon malam ini yang membawa saya ke Full Moon Bungalow, Nusa Penida.

Full Moon Bungalow memiliki 3 jenis kamar: deluxe bungalow (Rp 300,000/room), double room (Rp 200,000/room), dan dorminitory (Rp 100,000/orang).  Deluxe bungalow dan double room memiliki fasilitas yang hampir sama. Bedanya, Deluxe memiliki kamar lebih luas, kamar mandi lebih cantik, dan fasilitas AC. Double room dilengkapi dengan kipas angin. Kamar tipe Dorminitory memiliki 5 kasur dan kamar mandi sharing.

Senang sekali saya bisa menemukan penginapan yang  diinginkan dan sesuai budget perjalanan Rp 200,000/ kamar/ malam. Harga ini terhitung murah untuk kenyamanan yang kami dapat. Sebenarnya kamar kami terdapat AC dan kipas sekaligus. Jika saya ingin mengaktifkan AC akan dikenakan biaya tambahan Rp 50,000. Saya rasa hembusan kipas sudah cukup karena suhu di Nusa Penida saat malam hari cukup sejuk.

Kamar bilik bambu berukuran sekitar 3×3 meter yang saya tempati  bersih dan terawat. Di langit-langitnya dipasang kelambu untuk menghalau serangga. Walau pada kenyataannya, kami tidak diganggu nyamuk atau serangga selama dua malam menginap.  Kamar mandinya juga cukup bersih dan legah. Fasilitas yang tersedia adalah wc duduk, pancuran, sabun cair dan handuk. Untuk shampo dan sikat gigi, penginapan ini sepertinya tidak menyediakan.

Full Moon Bungalow juga tidak menyediakan sarapan seperti penginapan umumnya. Namun tak perlu kawatir karena di samping resepsionis ada restoran mungil bernama Gallery. Restoran yang buka dari jam 7 pagi-11 malam ini menyediakan makanan western. Sangat mengeyangkan untuk sarapan ala perut Indonesia. Bagi yang lebih suka sarapan dengan nasi, di seberang Full Moon ada warung sederhana yang menyediakan menu nasi dan mi.

 

“Ada Indomie bu?” Tanya adik saya yang lagi mindo Indomie dari siang.

Pemilik The Gallery menjelaskan bahwa rumah makannya tidak menyediakan menu lokal termasuk mie instan. Sepertinya ini dilakukan agar tidak menyaingi warung-warung lokal di sekitar Full Moon Bungalow. Menu favorit saya di Gallery adalah es teh rosella yang pucuk bunganya dipetik langsung dari kebun kecil di belakang  Gallery.

 

 

PAK WAYAN

Bulan purnama kembali ke peraduannya berganti bulatan matahari pagi . Tenang sekali rasanya menikmati cahaya pagi yang menelusup dari rindang pepohonan. Seandainya ada segelas teh jahe hangat.

“Selamat pagi,” sapa seorang staff.

Lamunan segelas teh jahe pun buyar. Saya segera membalas sapaan laki-laki yang awalnya saya duga adalah staff . Dalam diam, ia menyirami tanaman hias di sekitar bungalow. Saya pun memecah diamnya dengan melemparkan sejumlah pertanyaan seputar rencana saya menyeberang ke Nusa Lembongan.  Dari obrolan kami, saya merubah haluan perjalanan ke Pantai Atuh dan kolam alami Tembeling. Namanya Pak Wayan. Baru kemudian, saya ketahui ia adalah pemilik Full Moon Bungalow.

Pak Wayan sangat ramah dan informatif. Ia menceritakan ihwal berdirinya bungalow yang belum berumur satu tahun ini. Beliau juga menuturkan segala potensi Nusa Penida yang tidak kalah indahnya dari daerah Bali lainnya. Saya belum banyak eksplore pulau Dewata, tapi saya setuju bahwa Nusa Penida mematahkan paradigma Bali liburan mainstream.

Bagi pelancong yang ingin eksplore Nusa Penida dengan jasa tur, Full Moon Bungalow memiliki mitra paket tour overland, snorkeling, atau diving. Sedangkan untuk yang lebih nyaman jalan tanpa tur, Full Moon Bungalow menyediakan sewa mobil, sepeda gowes, dan sepeda motor. Untuk sewa sepeda motor, harganya berkisar Rp 60,000/ hari. Harga ini lebih murah dari sepeda motor yang saya sewa saat tiba di dermaga Nyuh. Selain itu, Full Moon juga menyediakan free antar-jemput di sejumlah dermaga.

Ramah, asri, fasilitas yang memadai, dan harga yang relatif murah ini mungkin yang menyebabkan Full Moon Bungalow hampir selalu full. Untuk itu, saya sarankan pesan kamar jauh-jauh hari melalui situs pencarian hotel. Sementara ini, staff mengatakan Full Moon Bungalow baru terdaftar di bookig.com. Atau, kamu bisa hubungi langsung Full Moon Bungalow: 0852 0587 1291 (Pak Wayan) atau 0853 3854 4575 (Tony).

Selamat bertualang dan jejalah Indonesia Indah lainnya!

Salam @sumurdiladang

“Kalau ada umur yang panjang boleh kita menumpang mandi. Kalau ada #sumurdiladang boleh kita berjumpa lagi”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s